PKS: Ketika Kesuksesan dan Kekalahan Datang Bersamaan
Mengamati berita-berita akhir-akhir ini (duh pembukaannya serius amat ya), khususnya peristiwa yang terjadi kepada PKS, sebagai partai yang setia saya pilih dari tahun-tahun Pemilu, sungguh tepat jika dikatakan mirip seperti dengan yang terjadi ketika Nabi mulai memenangkan pertempuran pertama di Perang Badar dan setelah Nabi mengalami kekalahan pertempuran di Perang Uhud.
Allah SWT telah membuat perbedaan yang jelas antara perang Badar dengan perang Uhud. Ketika perang Badar dengan jumlah pasukan yang sedikit dan senjata seadanya, Nabi dan pasukannya berhasil memenangkan pertempuran dengan gilang-gemilang.
Di perang Uhud, sebaliknya yang terjadi. Dengan persiapan yang matang, strategi yang tersusun rapi, tapi ternyata kekalahan yang harus dipikul oleh Nabi.
Dan yang lebih memusingkan lagi adalah dampaknya terhadap pencitraan Nabi dan Islam pada saat itu. Ketika menang di perang Badar, maka banyak kabilah-kabilah yang masuk Islam dan Ghirah untuk menyebarkan Islam juga bertambah kuat (karena apa, karena menang, ya khan ?). Namun ketika kalah di Uhud banyak kabilah yang mulai bertanya-tanya tentang Islam, apakah benar Islam itu agama yang dimenangkan oleh Allah SWT (karena apa, karena kalah, ya khan ?.
Kalau boleh disebut, yang dihadapi PKS saat ini jauh lebih ringan dari yang dihadapi Nabi pada saat setelah kalah di Uhud (hal ini dijelaskan dengan gamblang di surat At-Taubah). Bukan hanya dari segi banyaknya korban, namun dari sisi pencintraan tentang Islam itu sendiri sebagai agama yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai agama pemenang.
PKS dengan segala jargon politiknya sudah benar ingin membawa Islam sebagai sebuah alternatif way of life bagi Indonesia, mengingat akar dari Indonesia sendiri itu sendiri adalah Islam (mohon jangan berdebat tentang hal ini namun lihatlah sejarah Indonesia, siapa yang paling banyak berperang melawan penjajahan dan siapa yang paling banyak memotivasi masyarakt Indonesia untuk keluar dari belenggu penjajahan ? jawabannya adalah pahlawan-pahlawan Islam. Terlepas dari mereka gagal namun catatan itu tetap harus dikenang. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang mengharga jasa para pendirinya ?). Islam yang ditawarkan bukan saja Islam saja seperti yang ada di negara-negara Timur Tengah, tapi Islam yang menghormati perbedaan, yang menghargai keragaman dan melindungi minoritas. Sehingga kembali lagi, titik fokusnya adalah pencitraan, apakah benar PKS seperti itu ? apakah benar PKS itu partai bermoral ? apakah benar ini ? apakah benar itu ?
Setelah Nabi kalah di Uhud maka bermunculanlah para kaum munafik yang merongrong Islam dari dalam, membantu musuh-musuh Islam untuk mengepung Islam dan rencana mereka menghabisinya di pertempuran Khandaq. Setelah perang Uhud, mereka yang tidak yakin akan kebenaran Islam dan akan kebeneran da’wah Islam, mulai kasak kusuk dan berbisik di antara mereka dan berniat untuk keluar namun tidak bisa karena mereka telah berjanji kepada Nabi untuk menjadi Islam.
Kalau dulu Nabi diberi petunjuk langsung oleh Allah SWT tentang siapa saja para kaum munafik di Madinah dan sekitarnya. Namun sekarang tentu saja sangat sulit membedakan itu. Namun sungguh barang siapa yang berjuang di jalan Allah SWT dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan menunjukkan jalannya meski sesulit apapun cobaan yang tengah dihadapi, dengan catatan tidak ada niat lain selain hanya memperjuangkan ajaran-Nya.
Bravo PKS, lanjutkan. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama bagi semua, bukan agama yang eksklusif dan tertutup. We wait your prove… so prove it..
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)Biduk PKS Beralih Haluan
Dari berita-berita yang tersebar luas tentang pelaksanaan Musyarawarah Nasional III Partai Keadilan Sejahtera (PKS), telah diberitakan bahwa PKS telah berganti haluan. Ibarat sebuah kapal yang besar (atau mungkin masih bisa dikatakan sedang ya), PKS mengalami pergeseran haluan dari tadinya murni mengusung idielogi Islam menjadi pengusung Ideologi Nasionalis Kebangsaan. Komentar saya yang pertama terungkap adalah berarti benar, PKS adalah sebuah mesin politik bukan lagi sebuah mesin idealis.
Pertarungan di ranah politik antara Ideologi Agama dan Ideologi Nasionalis, bukanlah sebuah barang baru. Perubahan draft Piagam Jakarta juga telah menunjukkan adanya pertarungan ini. Kemudian berlanjut dengan pembahasan Ideologi Bangsa, Undang-Undang Dasar Negara, Hukum dan Perundangan-undangan dan sebagainya. Semuanya menunjukkan kemirisisan betapa tolerannya umat Islam di Negeri ini. Padahal, dengan posisi 80% kekuasaan Penjajah ada di Jawa dan hampir 99% penduduk Jawa beragama Islam, maka seharusnya ajaran Islamlah yang diusung di Negeri ini. Tapi begitulah Umat Islam memang sangat toleran, demi kesatuan dan persatuan bangsa, maka tidak apa-apa yang diusung bukan Islam, tapi islam sebagai sebuah Agama yang Rahmatan lil-’Alamien.
Toleransi tersebut kemudian terus diuji dalam catatan sejarah bangsa ini. Salah satu ujian terbesar adalah ketika masuknya ideologi Komunis di Negeri ini yang asal mulanya dari Organisasi Islam Juga, dan dengan cepat ideologi tersebut berkembang dan membesar menjadi sebuah Partai yang cukup memiliki bargaining position di Pemerintahan. Sejarah mencatat, Ideologi tersebut berusaha menguasai Negeri ini yang mayoritas beragama Islam. Tentu saja Umat Islam marah, seperti melihat anak sendiri yang kemudian durhaka kepada orang tua yang melahirkannya, maka Umat Islamlah yang kemudian berjuang memberantas ideologi Komunis tersebut dengan dibantu oleh Tentara. Tapi kemudian siapa yang tercatat sebagai pionir dalam pemberantasan Ideologi Komunis di Tanah air, yang tercatat adalah Kaum Nasionalis yang memenangkan pertarungan, dan Umat Islam kembali dengan jiwa yang besar tidak mempermasalahkan hal itu.
Kalau kita mengkaji Islam secara lebih dalam, apa sebenarnya yang salah dari Islam sehingga terkesan tidak memiliki tempat di Negeri ini. Islam adalah ajaran yang diturunkan dari langit, dengan segala kesempurnaan Sang Maha Pencipta yang menurunkan ajaran tersebut, apakah ada cacatnya ?
Kuncinya tentu saja adalah pragmatisme. Jika kita berpikir pragmatis maka tentu saja apa yang dilakukan PKS itu adalah benar. Namun jika melakukan pendekatan seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW dan para penerusnya, termasuk seperti yang dilakukan oleh Para Walisongo, tentu saja akan membutuhkan waktu dan kesabaran yang luar biasa untuk menjadikan Islam sebagai Ideologi yang diterapkan secara kaffah di negeri ini.
Mengubah pola pikir lebih susah dari pada mengubah ideologi sebuah partai.
Semoga apa yang diputuskan oleh PKS tersebut, diridhoi oleh Allah SWT.. Amien
Filed under pemimpin | Comments (13)Perebutan Kursi Ketua Partai Demokrat
Partai Demokrat sedang mencari Ketua barunya
Siapa yang dipilih dan siapa yang memilih
Sepertinya masih belum jelas
Siapa yang dipilih memang ada 3 (tiga) calon
Ketiganya Kader terbaik Partai Demokrat
dan Ketiganya berjasa besar dalam menyukseskan Partai Demokrat
Kini ketiganya bersaing untuk menjadi Ketua
Bersinggungan, bergesekan dan saling menjatuhkan
Siapa yang memilih ?
Secara de-fakto memang para Kader Partai Demokrat
Namun secara de-jure, kita tahu siapa itu.
Ketua Partai Demokrat periode ini memiliki peran yang strategis
Karena 2014 adalah tahun penentuan hidup dan matinya partai ini
Rakyat juga akan melihat, apakah pemilihan ketua ini dilakukan secara demokratis atau terpimpin
Dan setelah terpilih, ketuanya akan terus diawasi, apakah mampu mengemban amanat partai atau tidak
Selamat memilih Partai Demokrat
Semoga terpilih yang terbaik sebagai Ketua…
Filed under politik | Comment (1)Do’a-do’a yang menembus arsy
Tuhan
kuhadapkan wajahku kepada-Mu
kusampaikan seluruh keinginanku kepada-Mu
kuserahkan hidup dan matiku hanya pada-Mu
Filed under agama | Comment (0)Boediono
Terus terang saya kagum dengan Bapak, kalem, profesional dan percaya diri. Namun ketika Bapak menjelaskan tanggapan tentang hasil rapat paripurna DPR RI tentang Bank Century saya melihat ada beban berat yang Bapak tanggung. Hampir saja saya mengira Bapak akan mengundurkan diri tapi ternyata tidak. Bapak juga tidal bilang ada yang salah dalam kebijakan tersebut padahal DPR bilang ada. Kami sebagai rakyat bingung mana yang benar. Mungkin hanya Tuhan yang tahu mana yang benar.
Filed under pemimpin, politik | Comment (1)Terima kasih m blog detik
Terima kasih mobile blog detik. Sy jd lebih mudah update blog detik ini. (worship)
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)Bola Liar AA (jilid II)
Mungkin ada yang masih ingat, tulisan saya tentang bola liar AA di blog ini juga (http://mymonas.blogdetik.com/2009/05/08/bola-liar-aa/), dan tulisan saya kali ini adalah kelanjutan dari tulisan tersebut, yang juga sebagai bukti bahwa penangkapan ketua KPK tersbut, bukanlah sebuah skandal yang main-main, karena pasti masih ada kelanjutannya dan perlu diingat bahwa bola itu adalah bola liar jadi pasti akan liar menabrak kemana-mana.
Dan ternyata itu benar, fakta-fakta baru membuktikan bahwa penangkapan itu untuk melemahkan KPK. Sungguh sangat disayangkan sebuah lembaga yang sedemikian getol memberantas korupsi harus berhadapan dengan aparat hukum.
Fakta harus diungkap, dan kebenaran harus ditegakkan.
Filed under Tak Berkategori | Comment (0)Orang yang Baik
Kadang kita bilang, si A baik, si B kurang baik, si C jahat dan sebagainya. Apa parameter kita menyebut seseorang itu baik, atau kurang baik, atau jahat ? Mengapa kita sering membeli label kepada orang lain dan mengukurnya berdasarkan ukuran kita sendiri ?
Kadang kita menyebut si A baik karena suka menolong, si B kurang baik karena tidak suka menolong. Secara tidak langsung kita membandingkan satu parameter antara si A dengan si B tanpa menyadari apakah perbandingan itu apple to apple atau apple to tea ?
Kita juga pernah menyebut si B jahat karena Bapaknya Koruptor atau pencuri atau penadah barang curian yang kemarin baru ditangkap polisi. Ini juga suatu labelling yang sangat berbahaya, karena standar kebaikan ditempelkan kepada orang yang dekat dengannya. Karena belum tentu si B setuju dengan tindakan Bapaknya, dan sudah memberikan nasehat tapi tidak digubris oleh Bapaknya
Kita pernah pula menyebut si C kurang baik karena pernah melihat berdua dengan seorang wanita yang bukan istri atau saudaranya. Labelling ini masih dalam tahap dini untuk diberikan, karena masih belum cukup bukti untuk menyebut bahwa pertemuan dengan wanita itu dalam rangka untuk berbuat kejahatan. Karena toh tidak ada larangan dalam Undang-Undang untuk bertemu dengan seorang atau beberapa orang wanita yang bukan istri atau keluarga. Tapi kembali kita mengukur dengan Undang-undang yang kita buat sendiri dalam diri kita.
Mengapa manusia sering berbuat demikian ? Karena manusia punya naluri untuk membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Akan lebih bagus jika labelling yang baik itu bisa menjadi sarana untuk mencotoh orang tersebut serta labelling yang kurang baik atau jahat itu untuk disimpan sendiri sampai ada bukti-bukti yang kuat bahwa orang tersebut benar-benar seperti itu untuk kemudian melakukan amaliyah amar ma’ruf nahiy munkar.
Wallohu a’lam bish-showab
Filed under agama | Comments (4)Selamat Hari Sumpah Pemuda
Saya ingat dulu waktu diberi tugas oleh Guru SMA-ku untuk membuat sebuah tulisan tentang sumpah Pemuda. Saya menulis waktu itu tentang gerakan Pemuda yang selalu menjadi cikal bakal perubahan yang fundamental.
Saya tulis waktu itu, mengapa Pemuda ? Karena Pemuda adalah moral post, ketika semua idealisme belum terkotori oleh kebutuhan dan keinginan, maka di situlah kebenaran berpihak. Dan era kebangkitan Nasional Indonesia melawan penjajahan, juga diawali dengan sumpah Pemuda 81 tahun yang lalu.
Di samping itu, pemuda memiliki energi yang sangat besar, bahkan teramat besar sehingga seakan gunung-pun bisa dipindahkannya dengan satu tangan.
Oleh sebab itu, dengan kekuatan idealisme dan fisik yang prima, Pemuda adalah tumpuan Perubahan, dari masa ke masa.
Memperingati hari Sumpah Pemuda yang tepat pada hari ini, 81 tahun yang lalu dan bertepatan pula dengan diresmikannya Pemerintahan Baru Nasional untuk masa 5 (lima) tahun ke-depan, semangat Pemuda sudah seharusnya menjadi sebuah refleksi tentang cita-cita Para Pendiri Negara, yang dulu adalah para Pemuda, apakah Indonesia sudah berada para track yang benar, apakah semangat yang dulu menggelora masih ada dalam dada para Pemimpin kita saat ini.
64 tahun sudah Indonesia merdeka sebagai sebuah Negara yang berdaulat, 81 tahun sudah Sumpah Pemuda dikumandangkan, akankah semangat itu masih ada ?
Filed under politik | Comment (0)Selamat kepada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II
Selamat kepada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Sebuah Kabinet yang penuh beban. Sebuah Kabinet yang diawasi oleh banyak orang. Mengapa ? Karena Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II memiliki sebuah proses kelahiran yang unik, jika dibandingkan dengan kabinet-kabinet Pemerintahan yang sebelumnya.
KIB II merupakan kabinet yang berasal dari Presiden yang dipilih langsung oleh Rakyat. KIB II merupakan Kabinet yang berasal dari Partai-partai Pendukung dan (yang tadinya) tidak mendukung (namun akhirnya mendukung juga). KIB II merupakan kabinet yang berasal dari gabungan antara profesional dan politisi.
Secara power politik, KIB II sangat-sangat kuat. Namun, semoga power tersebut bisa mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi Rakyat (bukan bagi segelintir Partai tertentu).
Salam damai selalu, selamat dan sukses bagi KIB II.
Filed under pemimpin, politik | Comment (0)