Biduk PKS Beralih Haluan
Dari berita-berita yang tersebar luas tentang pelaksanaan Musyarawarah Nasional III Partai Keadilan Sejahtera (PKS), telah diberitakan bahwa PKS telah berganti haluan. Ibarat sebuah kapal yang besar (atau mungkin masih bisa dikatakan sedang ya), PKS mengalami pergeseran haluan dari tadinya murni mengusung idielogi Islam menjadi pengusung Ideologi Nasionalis Kebangsaan. Komentar saya yang pertama terungkap adalah berarti benar, PKS adalah sebuah mesin politik bukan lagi sebuah mesin idealis.
Pertarungan di ranah politik antara Ideologi Agama dan Ideologi Nasionalis, bukanlah sebuah barang baru. Perubahan draft Piagam Jakarta juga telah menunjukkan adanya pertarungan ini. Kemudian berlanjut dengan pembahasan Ideologi Bangsa, Undang-Undang Dasar Negara, Hukum dan Perundangan-undangan dan sebagainya. Semuanya menunjukkan kemirisisan betapa tolerannya umat Islam di Negeri ini. Padahal, dengan posisi 80% kekuasaan Penjajah ada di Jawa dan hampir 99% penduduk Jawa beragama Islam, maka seharusnya ajaran Islamlah yang diusung di Negeri ini. Tapi begitulah Umat Islam memang sangat toleran, demi kesatuan dan persatuan bangsa, maka tidak apa-apa yang diusung bukan Islam, tapi islam sebagai sebuah Agama yang Rahmatan lil-’Alamien.
Toleransi tersebut kemudian terus diuji dalam catatan sejarah bangsa ini. Salah satu ujian terbesar adalah ketika masuknya ideologi Komunis di Negeri ini yang asal mulanya dari Organisasi Islam Juga, dan dengan cepat ideologi tersebut berkembang dan membesar menjadi sebuah Partai yang cukup memiliki bargaining position di Pemerintahan. Sejarah mencatat, Ideologi tersebut berusaha menguasai Negeri ini yang mayoritas beragama Islam. Tentu saja Umat Islam marah, seperti melihat anak sendiri yang kemudian durhaka kepada orang tua yang melahirkannya, maka Umat Islamlah yang kemudian berjuang memberantas ideologi Komunis tersebut dengan dibantu oleh Tentara. Tapi kemudian siapa yang tercatat sebagai pionir dalam pemberantasan Ideologi Komunis di Tanah air, yang tercatat adalah Kaum Nasionalis yang memenangkan pertarungan, dan Umat Islam kembali dengan jiwa yang besar tidak mempermasalahkan hal itu.
Kalau kita mengkaji Islam secara lebih dalam, apa sebenarnya yang salah dari Islam sehingga terkesan tidak memiliki tempat di Negeri ini. Islam adalah ajaran yang diturunkan dari langit, dengan segala kesempurnaan Sang Maha Pencipta yang menurunkan ajaran tersebut, apakah ada cacatnya ?
Kuncinya tentu saja adalah pragmatisme. Jika kita berpikir pragmatis maka tentu saja apa yang dilakukan PKS itu adalah benar. Namun jika melakukan pendekatan seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW dan para penerusnya, termasuk seperti yang dilakukan oleh Para Walisongo, tentu saja akan membutuhkan waktu dan kesabaran yang luar biasa untuk menjadikan Islam sebagai Ideologi yang diterapkan secara kaffah di negeri ini.
Mengubah pola pikir lebih susah dari pada mengubah ideologi sebuah partai.
Semoga apa yang diputuskan oleh PKS tersebut, diridhoi oleh Allah SWT.. Amien
Filed under pemimpin |
13 Responses to “Biduk PKS Beralih Haluan”
Leave a Reply
Setuju kang, mengubah pola pikir itu memang lebih susah, terlebih dgn pola pikir yang telah terikat kebiasaan/rutinitas (LOL)
PKS is my Life!!!!
Islam itu universal, menyeluruh dan tidak sepotong-sepotong, tidak mengenal batas wilayah apalagi cuma sekedar kekuasaan. PKS dalam hal ini sedang berusaha menjabarkan satu persatu apa yang dimaksud dengan islam yang rahmatan lil’alamin. Harus diakui bahwa masyarakat kita terhipnotis kalimat bahwa politik itu kotor sehingga dengan ketidaktahuannya itu menjadikan agama terlepas dari kehidupan berpolitik. Kalau demikian adanya jangan salahkan ketika kebijakan yang ditelurkan jauh dari nilai-nilai yang membawa masyarakatnya sejahtera dalam keridhaan pemiliki alam semesta.
Mari kita dorong pihak-pihak yang dengan tulus membngun bangsa ini, baik secara struktural dan kultural dan jangan terpengaruh hasutan pihak yang tidak senang terhadap pengejawantahan nilai-nilai kebenaran dibumi Indonesia tercinta ini.
kang kips: hatur nuhun dah berkunjung
(cozy)
Rahman Agung:
rice2gold: setuju, cuma jangan sampai terjebak pragmatisme kang…
hiks….hikss….
prihatin…
semangt PKS… >_<
bravo PKS
misi misi mau nompang lwt
my blog
memang benar mngubah pola pikir memang sulit, tapi tak ada yang tak mungkin.
semoga kedepannya bisa lebih baik lagi
Bagus sekali udah tentu tidak buat dosa kering, selama ini pun perjuangan apa yg di tunjulkan/? katakan membelah rakyat langsung tiada suara atau komen kedailan rakyat,sya katakan perjuangan PKS samar-samar katakan memperjuangkan Islam pun tidak jelas, apa peran sebenar atau hanya membuat PATWA? (YG TIDAK JELAS)
Sepatutnya sebagai pati(Islam) memperjuangkan ketidak adilan pimpian bukan jadi lembu ditusuk hidung, mereka hanya memperjuangan kan kepentingan sendiri.
banghas: iya mau gimana lagi.. musti nurut, namanya juga grass root.
semangat juga
bravo juga
rolando:
rhudi:
firdaus: ok ok
ilham: amien ya robbal alamien
helmi: itulah artinya pragmatisme hehe.. terjebak dalam pragmatisme
PKS, buktikan bahwa qm itu bisa…
terimakasih tas postingnya
semoga sukses selalu..
Butuh tulisan-tulisan seputar peternakan,
silahkan kunjungi
REPOSITORY UNAND