PKS: Ketika Kesuksesan dan Kekalahan Datang Bersamaan

April 12th, 2011

Mengamati berita-berita akhir-akhir ini (duh pembukaannya serius amat ya), khususnya peristiwa yang terjadi kepada PKS, sebagai partai yang setia saya pilih dari tahun-tahun Pemilu, sungguh tepat jika dikatakan mirip seperti dengan yang terjadi ketika Nabi mulai memenangkan pertempuran pertama di Perang Badar dan setelah Nabi mengalami kekalahan pertempuran di Perang Uhud.

Allah SWT telah membuat perbedaan yang jelas antara perang Badar dengan perang Uhud. Ketika perang Badar dengan jumlah pasukan yang sedikit dan senjata seadanya, Nabi dan pasukannya berhasil memenangkan pertempuran dengan gilang-gemilang.

Di perang Uhud, sebaliknya yang terjadi. Dengan persiapan yang matang, strategi yang tersusun rapi, tapi ternyata kekalahan yang harus dipikul oleh Nabi.

Dan yang lebih memusingkan lagi adalah dampaknya terhadap pencitraan Nabi dan Islam pada saat itu. Ketika menang di perang Badar, maka banyak kabilah-kabilah yang masuk Islam dan Ghirah untuk menyebarkan Islam juga bertambah kuat (karena apa, karena menang, ya khan ?). Namun ketika kalah di Uhud banyak kabilah yang mulai bertanya-tanya tentang Islam, apakah benar Islam itu agama yang dimenangkan oleh Allah SWT (karena apa, karena kalah, ya khan ?.

Kalau boleh disebut, yang dihadapi PKS saat ini jauh lebih ringan dari yang dihadapi Nabi pada saat setelah kalah di Uhud (hal ini dijelaskan dengan gamblang di surat At-Taubah). Bukan hanya dari segi banyaknya korban, namun dari sisi pencintraan tentang Islam itu sendiri sebagai agama yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai agama pemenang.

PKS dengan segala jargon politiknya sudah benar ingin membawa Islam sebagai sebuah alternatif way of life bagi Indonesia, mengingat akar dari Indonesia sendiri itu sendiri adalah Islam (mohon jangan berdebat tentang hal ini namun lihatlah sejarah Indonesia, siapa yang paling banyak berperang melawan penjajahan dan siapa yang paling banyak memotivasi masyarakt Indonesia untuk keluar dari belenggu penjajahan ? jawabannya adalah pahlawan-pahlawan Islam. Terlepas dari mereka gagal namun catatan itu tetap harus dikenang. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang mengharga jasa para pendirinya ?). Islam yang ditawarkan bukan saja Islam saja seperti yang ada di negara-negara Timur Tengah, tapi Islam yang menghormati perbedaan, yang menghargai keragaman dan melindungi minoritas. Sehingga kembali lagi, titik fokusnya adalah pencitraan, apakah benar PKS seperti itu ? apakah benar PKS itu partai bermoral ? apakah benar ini ? apakah benar itu ?

Setelah Nabi kalah di Uhud maka bermunculanlah para kaum munafik yang merongrong Islam dari dalam, membantu musuh-musuh Islam untuk mengepung Islam dan rencana mereka menghabisinya di pertempuran Khandaq. Setelah perang Uhud, mereka yang tidak yakin akan kebenaran Islam dan akan kebeneran da’wah Islam, mulai kasak kusuk dan berbisik di antara mereka dan berniat untuk keluar namun tidak bisa karena mereka telah berjanji kepada Nabi untuk menjadi Islam.

Kalau dulu Nabi diberi petunjuk langsung oleh Allah SWT tentang siapa saja para kaum munafik di Madinah dan sekitarnya. Namun sekarang tentu saja sangat sulit membedakan itu. Namun sungguh barang siapa yang berjuang di jalan Allah SWT dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan menunjukkan jalannya meski sesulit apapun cobaan yang tengah dihadapi, dengan catatan tidak ada niat lain selain hanya memperjuangkan ajaran-Nya.

Bravo PKS, lanjutkan. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama bagi semua, bukan agama yang eksklusif dan tertutup. We wait your prove… so prove it..


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?



Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind