Do’a-do’a yang menembus arsy

Maret 11th, 2010

Tuhan

kuhadapkan wajahku kepada-Mu

kusampaikan seluruh keinginanku kepada-Mu

kuserahkan hidup dan matiku hanya pada-Mu

Orang yang Baik

Oktober 29th, 2009  Tagged

Kadang kita bilang, si A baik, si B kurang baik, si C jahat dan sebagainya. Apa parameter kita menyebut seseorang itu baik, atau kurang baik, atau jahat ? Mengapa kita sering membeli label kepada orang lain dan mengukurnya berdasarkan ukuran kita sendiri ?

Kadang kita menyebut si A baik karena suka menolong, si B kurang baik karena tidak suka menolong. Secara tidak langsung kita membandingkan satu parameter antara si A dengan si B tanpa menyadari apakah perbandingan itu apple to apple atau apple to tea ?

Kita juga pernah menyebut si B jahat karena Bapaknya Koruptor atau pencuri atau penadah barang curian yang kemarin baru ditangkap polisi. Ini juga suatu labelling yang sangat berbahaya, karena standar kebaikan ditempelkan kepada orang yang dekat dengannya. Karena belum tentu si B setuju dengan tindakan Bapaknya, dan sudah memberikan nasehat tapi tidak digubris oleh Bapaknya

Kita pernah pula menyebut si C kurang baik karena pernah melihat berdua dengan seorang wanita yang bukan istri atau saudaranya. Labelling ini masih dalam tahap dini untuk diberikan, karena masih belum cukup bukti untuk menyebut bahwa pertemuan dengan wanita itu dalam rangka untuk berbuat kejahatan. Karena toh tidak ada larangan dalam Undang-Undang untuk bertemu dengan seorang atau beberapa orang wanita yang bukan istri atau keluarga. Tapi kembali kita mengukur dengan Undang-undang yang kita buat sendiri dalam diri kita.

Mengapa manusia sering berbuat demikian ? Karena manusia punya naluri untuk membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Akan lebih bagus jika labelling yang baik itu bisa menjadi sarana untuk mencotoh orang tersebut serta labelling yang kurang baik atau jahat itu untuk disimpan sendiri sampai ada bukti-bukti yang kuat bahwa orang tersebut benar-benar seperti itu untuk kemudian melakukan amaliyah amar ma’ruf nahiy munkar.

Wallohu a’lam bish-showab

Bacalah Al-Qur’an, kawan

April 15th, 2009  Tagged

Bacalah Al-Qur’an kawan

Karena dialah penuntunmu menuju kehidupan yang sebenarnya Continue reading »

Cinta

Maret 11th, 2009

Kalau ada yang datang dan menyatakan, aku mencintaimu, aku akan bilang, maaf sudah tidak ada lagi tempat untuk cintamu. Karena hatiku telah penuh oleh cinta kepada kekasihku yang sangat kurindukan siang dan malam. Setiap detik, setiap hela nafas, setiap saat selalu kuisi hatiku dengan cintanya.

Maaf sekali lagi maaf, cintaku adalah cinta yang abadi dan tidak akan pernah hilang sepanjang masa

Ka’bah

Maret 4th, 2009

Setiap kali aku membayangkan ka’bah, air mataku langsung mengalir deras. Terbayang pertama kali menghadapkan wajahku ke arahnya, berjalan mengitarinya (thawaf), menyentuh batu-batanya yang keras dan berbau harum minyak wangi, dan menyentuh “hajar aswad”-nya (setelah berebutan dengan ribuan manusia lainnya). Continue reading »