Biduk PKS Beralih Haluan

Juni 17th, 2010  Tagged

Dari berita-berita yang tersebar luas tentang pelaksanaan Musyarawarah Nasional III Partai Keadilan Sejahtera (PKS), telah diberitakan bahwa PKS telah berganti haluan. Ibarat sebuah kapal yang besar (atau mungkin masih bisa dikatakan sedang ya), PKS mengalami pergeseran haluan dari tadinya murni mengusung idielogi Islam menjadi pengusung Ideologi Nasionalis Kebangsaan. Komentar saya yang pertama terungkap adalah berarti benar, PKS adalah sebuah mesin politik bukan lagi sebuah mesin idealis.

Pertarungan di ranah politik antara Ideologi Agama dan Ideologi Nasionalis, bukanlah sebuah barang baru. Perubahan draft Piagam Jakarta juga telah menunjukkan adanya pertarungan ini. Kemudian berlanjut dengan pembahasan Ideologi Bangsa, Undang-Undang Dasar Negara, Hukum dan Perundangan-undangan dan sebagainya. Semuanya menunjukkan kemirisisan betapa tolerannya umat Islam di Negeri ini. Padahal, dengan posisi 80% kekuasaan Penjajah ada di Jawa dan hampir 99% penduduk Jawa beragama Islam, maka seharusnya ajaran Islamlah yang diusung di Negeri ini. Tapi begitulah Umat Islam memang sangat toleran, demi kesatuan dan persatuan bangsa, maka tidak apa-apa yang diusung bukan Islam, tapi islam sebagai sebuah Agama yang Rahmatan lil-’Alamien.

Toleransi tersebut kemudian terus diuji dalam catatan sejarah bangsa ini. Salah satu ujian terbesar adalah ketika masuknya ideologi Komunis di Negeri ini yang asal mulanya dari Organisasi Islam Juga, dan dengan cepat ideologi tersebut berkembang dan membesar menjadi sebuah Partai yang cukup memiliki bargaining position di Pemerintahan. Sejarah mencatat, Ideologi tersebut berusaha menguasai Negeri ini yang mayoritas beragama Islam. Tentu saja Umat Islam marah, seperti melihat anak sendiri yang kemudian durhaka kepada orang tua yang melahirkannya, maka Umat Islamlah yang kemudian berjuang memberantas ideologi Komunis tersebut dengan dibantu oleh Tentara. Tapi kemudian siapa yang tercatat sebagai pionir dalam pemberantasan Ideologi Komunis di Tanah air, yang tercatat adalah Kaum Nasionalis yang memenangkan pertarungan, dan Umat Islam kembali dengan jiwa yang besar tidak mempermasalahkan hal itu.

Kalau kita mengkaji Islam secara lebih dalam, apa sebenarnya yang salah dari Islam sehingga terkesan tidak memiliki tempat di Negeri ini. Islam adalah ajaran yang diturunkan dari langit, dengan segala kesempurnaan Sang Maha Pencipta yang menurunkan ajaran tersebut, apakah ada cacatnya ?

Kuncinya tentu saja adalah pragmatisme. Jika kita berpikir pragmatis maka tentu saja apa yang dilakukan PKS itu adalah benar. Namun jika melakukan pendekatan seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW dan para penerusnya, termasuk seperti yang dilakukan oleh Para Walisongo, tentu saja akan membutuhkan waktu dan kesabaran yang luar biasa untuk menjadikan Islam sebagai Ideologi yang diterapkan secara kaffah di negeri ini.

Mengubah pola pikir lebih susah dari pada mengubah ideologi sebuah partai.

Semoga apa yang diputuskan oleh PKS tersebut, diridhoi oleh Allah SWT.. Amien

Perebutan Kursi Ketua Partai Demokrat

April 27th, 2010  Tagged

Partai Demokrat sedang mencari Ketua barunya

Siapa yang dipilih dan siapa yang memilih

Sepertinya masih belum jelas

Siapa yang dipilih memang ada 3 (tiga) calon

Ketiganya Kader terbaik Partai Demokrat

dan Ketiganya berjasa besar dalam menyukseskan Partai Demokrat

Kini ketiganya bersaing untuk menjadi Ketua

Bersinggungan, bergesekan dan saling menjatuhkan

Siapa yang memilih ?

Secara de-fakto memang para Kader Partai Demokrat

Namun secara de-jure, kita tahu siapa itu.

Ketua Partai Demokrat periode ini memiliki peran yang strategis

Karena 2014 adalah tahun penentuan hidup dan matinya partai ini

Rakyat juga akan melihat, apakah pemilihan ketua ini dilakukan secara demokratis atau terpimpin

Dan setelah terpilih, ketuanya akan terus diawasi, apakah mampu mengemban amanat partai atau tidak

Selamat memilih Partai Demokrat

Semoga terpilih yang terbaik sebagai Ketua…

Selamat Hari Sumpah Pemuda

Oktober 28th, 2009  Tagged

Saya ingat dulu waktu diberi tugas oleh Guru SMA-ku untuk membuat sebuah tulisan tentang sumpah Pemuda. Saya menulis waktu itu tentang gerakan Pemuda yang selalu menjadi cikal bakal perubahan yang fundamental.

Saya tulis waktu itu, mengapa Pemuda ? Karena Pemuda adalah moral post, ketika semua idealisme belum terkotori oleh kebutuhan dan keinginan, maka di situlah kebenaran berpihak. Dan era kebangkitan Nasional Indonesia melawan penjajahan, juga diawali dengan sumpah Pemuda 81 tahun yang lalu.

Di samping itu, pemuda memiliki energi yang sangat besar, bahkan teramat besar sehingga seakan gunung-pun bisa dipindahkannya dengan satu tangan.

Oleh sebab itu, dengan kekuatan idealisme dan fisik yang prima, Pemuda adalah tumpuan Perubahan, dari masa ke masa.

Memperingati hari Sumpah Pemuda yang tepat pada hari ini, 81 tahun yang lalu dan bertepatan pula dengan diresmikannya Pemerintahan Baru Nasional untuk masa 5 (lima) tahun ke-depan, semangat Pemuda sudah seharusnya menjadi sebuah refleksi tentang cita-cita Para Pendiri Negara, yang dulu adalah para Pemuda, apakah Indonesia sudah berada para track yang benar, apakah semangat yang dulu menggelora masih ada dalam dada para Pemimpin kita saat ini.

64 tahun sudah Indonesia merdeka sebagai sebuah Negara yang berdaulat, 81 tahun sudah Sumpah Pemuda dikumandangkan, akankah semangat itu masih ada ?

Selamat kepada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II

Oktober 28th, 2009  Tagged

Selamat kepada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Sebuah Kabinet yang penuh beban. Sebuah Kabinet yang diawasi oleh banyak orang. Mengapa ? Karena Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II memiliki sebuah proses kelahiran yang unik, jika dibandingkan dengan kabinet-kabinet Pemerintahan yang sebelumnya.

KIB II merupakan kabinet yang berasal dari Presiden yang dipilih langsung oleh Rakyat. KIB II merupakan Kabinet yang berasal dari Partai-partai Pendukung dan (yang tadinya) tidak mendukung (namun akhirnya mendukung juga). KIB II merupakan kabinet yang berasal dari gabungan antara profesional dan politisi.

Secara power politik, KIB II sangat-sangat kuat. Namun, semoga power tersebut bisa mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi Rakyat (bukan bagi segelintir Partai tertentu).

Salam damai selalu, selamat dan sukses bagi KIB II.

Indonesia - Malaysia

Agustus 31st, 2009  Tagged

Persoalan antara Indonesia dengan Malaysia seharusnya disikapi dengan arif dan bijaksana, karena antara Indonesia dengan Malaysia memiliki hubungan historis yang sangat kental. Yang perlu diwaspadai adalah, mengapa harus ada masalah antara Indonesia dengan Malaysia.

Sebagai sebuah negara, masing-masing memiliki kedaulatan, namun sebagai sebuah bangsa, bangsa Melayu, maka seharusnya batas-batas wilayah itu dihilangkan. Indonesia seharusnya bangga dengan diakuinya sebagian milik Indonesia oleh Malaysia, namun seharusnya pula Malaysia berempati dengan langkahnya mengakui beberapa hasil karya Indonesia tersebut. Beyond of that, Indonesia dan Malaysia adalah sebuah bangsa yang sama.

Seluruh Negara yang tergabung dalam ASEAN memang berasal dari bangsa yang sama, sehingga seharusnya ikatannya harus lebih kuat dibandingkan dengan ikatan dalam negara.

:)

Pilpres 2009

Juni 17th, 2009  Tagged

Pertunjukan panggung politik dengan judul Pilpres sepi pengunjung.

Hanya simpatisan para calon yang menonton dan memberi tepukan.

Seperti menyenangkan diri sendiri.

******

Yang ramai malah pertunjukan di panggung sebelah.

Pertunjukan para artis dan selebritis

Ada artis yang mengalami KDRT,  seperti manohara dan cici paramida.

Ada selebritis yang tengah bermasalah dengan caddy-nya.

Dan masih banyak lagi.

Tepuk tangan meriah dan teriakan-teriakan sangat ramai di panggung itu.

Membuat iri para 3 calon presiden.

Membuat mereka mati gaya.

******

Waktu semakin berjalan dan mendekati hari Pemilihan

Tapi sepertinya pemilih acuh tak acuh, butuh tak butuh

Padahal nasib negara ini sedang ditentukan.

Tanpa Presiden, sebuah negara berarti tidak berarti apa-apa.

Meski kedaulatan ada di tangan rakyat, Presiden-lah yang mengembannya

******

Kenapa panggung pilpres tidak menarik (lagi) ?

Apakah karena pemainnya yang itu-itu aja?

Atau pertunjukannya yang mudah ditebak?

Atau dekorasi panggung yang kurang menarik?

Atau tiket-nya yang kemahalan.

hoahemmmmmm

penonton jadi mengantuk dan mendengkur.

******

Ya sudahlah..

seperti yang dibilang oleh orang-orang berdasi dan berkacama gelap di layar televisi

“Ini adalah pembelajaran, pembelajaran itu butuh biaya dan pengorbanan”

cobalah ambil cermin dan mari kita lihat wajah kita

Apakah kita sudah tidak terlalu tua untuk belajar ABCD Demokrasi ?

(mymonas)

ALEG Artis

April 21st, 2009  Tagged

Sejak awal ketika para artis sudah mulai dicalonkan menjadi calon anggota legislatif, kekhawatiran kita sudah mulai muncul. Para pimpinan partai tersebut telah mengambil jalan pintas dalam mendongkrak suaranya melalui para artis tersebut.

Pengalaman dari beberapa PILKADA yang berhasil memenangkan artis seperti di Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Garut dan Tangerang, telah memberikan ide bagi para pimpinan partai untuk mencalonkan artis sebagai anggota legislatif mewakili partainya. Tujuannya hanya satu, untuk mendongkrak perolehan suara partai. Langkah ini merupakan langkah yang cukup berani, karena pertama hal ini mengganjal beberapa kader partai tersebut yang sebenarnya juga menginginkan posisi anggota legislatif tersebut dan kedua, kalau ternyata strategi ini gagal, maka akan mempertaruhkan nama besar partai itu sendiri.

Strategi ini, tidak sepenuhnya berhasil, karena pertama tergantung dari partai itu sendiri, apakah merupakan partai yang electable atau tidak, dan kedua apakah artis tersebut juga memiliki fans yang cukup untuk mendongkrak perolehan suaranya.

Sebagai contoh partai-partai baru yang memang electable, maka penggunaan artis sebagai CALEG telah berhasil meningkatkan suara partai. Namun untuk partai-partai lawas yang memang sudah tidak electable, meskipun menggunakan artis yang terkenal-pun tetap tidak berhasil mengangkat suara partai.

Masalah yang lain adalah, dengan masuknya artis sebagai anggota DPR baik di tingkat pusat maupun di tingkat Daerah, telah membawa suasana baru dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Saat ini sudah tidak bisa lagi dibedakan antara Politikus dengan Artis, karena sekarang dua-duanya sama-sama selebritis.  Mereka senang difoto, senang berkomentar, senang berkunjung ke daerah dan sebagainya.

Okelah dari sisi ketenaran mereka sudah sangat memadai, apakah mereka bisa membuat peraturan yang benar ? itulah yang jadi masalahnya. Tugas DPR baik di tingkat pusat maupun di tingkat Daerah adalah fungsi Legislasi yaitu membuat peraturan, mengawasi jalannya peraturan dan review peraturan yang sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi/situasi saat ini.

DPR juga merupakan bibit-bibit unggul sebagai pemimpin masa depan, dari DPR nantinya bisa diangkat menjadi menteri, gubernur bahkan Presiden. Anggota DPR diharapkan memiliki pemikiran yang komprehensif untuk membangun negara ini menjadi lebih baik.  Semoga para artis tersebut memang memiliki kompetensi seperti itu, bukan hanya sekedar wajah yang cantik/ganteng tapi juga intelektual dan kompetensinya juga cantik/ganteng.

Koalisi Periuk Nasi

April 16th, 2009  Tagged

Akhir-akhir ini, pasca PEMILU Legislatif dan menuju PEMILU Presiden - Wakil Presiden, kita disibukkan dengan istilah yang tiba-tiba menjadi sangat populer yaitu “Koalisi”.  Banyak yang membahasnya, di media massa, di blog, di email dan mailist, di warung kopi, di atas ranjang bahkan di kumpulan ibu-ibu desa yang tengah mencuci pakaian di pinggir sungai (hahaha sudah tidak ada lagi, semua sudah memakai mesin cuci… hayalan yang ngawur). Continue reading »

Pemilu

April 1st, 2009  Tagged

Hiruk pikuk kampanye sudah akan usai. Iring-iringan para pendukung partai di jalan, yang sering kita lihat beberapa hari ini, akan segera hilang. Poster, spanduk, dan baliho yang menampilkan foto dan nama calon anggota legislatif yang terhormat, juga akan segera bersih. Dan Pemilu, hari yang dinanti-nantikan oleh para pendaftar calon anggota legislatif itu akan segera tiba. Tapi apakah hari itu yang dinanti-nantikan oleh Pemilih seperti saya ? Continue reading »

Kiblat

Februari 24th, 2009  Tagged , ,

Jika ditanya, kemana kiblat kita, maka kita akan susah payah untuk menjawabnya dengan jujur dan berusaha untuk menutup-nutupinya. Kalau kita menjawabnya dengan kekayaaan, kekuasaan, kesuksesan, kecantikan, ketampanan, maka itulah sebenarnya jawaban yang paling jujur keluar dari lubuk hati kita yang paling dalam. Salah atau benar, itu bukan urusan kita, paling tidak kita menghargainya karena itulah jawaban yang paling jujur tentang kiblat kita, tentang orientasi hidup kita. Continue reading »